Juni 3, 2026
IMG-20260421-WA0062

SURABAYA – Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam perjalanan bangsa. Sosok Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan hingga kini, terutama dalam mendorong kesetaraan dan akses yang lebih luas bagi perempuan di berbagai sektor.

Di tengah kuatnya budaya feodal dan tekanan kolonial pada masanya, Kartini tampil sebagai pemikir progresif. Gagasannya soal pendidikan dan kesetaraan hak bagi perempuan pribumi menjadi pijakan penting dalam perubahan sosial di Indonesia.

Pemikirannya yang terangkum dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang hingga kini masih menjadi sumber inspirasi lintas generasi. Tidak sekadar catatan sejarah, karya tersebut dinilai sebagai refleksi perjuangan panjang menuju keadilan gender.

Tahun ini, peringatan Hari Kartini mengusung tema pemberdayaan perempuan, kepemimpinan, dan inklusivitas. Tema tersebut dianggap selaras dengan kondisi saat ini, di mana perempuan semakin menunjukkan peran strategis dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pemerintahan, hingga industri media dan teknologi.

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia, Slamet Pramono, menegaskan bahwa semangat Kartini tidak boleh berhenti sebagai simbol semata. Menurutnya, nilai perjuangan Kartini harus terus dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia jurnalistik.

“Semangat ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ bukan sekadar slogan, tapi panggilan moral. Ini tentang komitmen memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan pemberdayaan perempuan. Media punya peran penting dalam membangun narasi yang adil dan inklusif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan berperspektif gender. Hal itu dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang visioner dan berintegritas.

Saat ini, perempuan Indonesia dinilai telah menunjukkan kapasitas yang signifikan di berbagai sektor. Namun demikian, penguatan kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan gender tetap dibutuhkan, khususnya untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam posisi strategis dan pengambilan keputusan.

Peringatan Hari Kartini 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat penting bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih terus berjalan dan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen bangsa.

Dengan sinergi yang kuat, semangat Kartini diyakini akan terus hidup dan menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih adil, setara, dan berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *