Juni 3, 2026
IMG-20260518-WA0071

SURABAYA — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini disebut harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat kualitas generasi muda sebagai pondasi kedaulatan bangsa di tengah derasnya tantangan zaman.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Surabaya, Syaiful Bachri, mengatakan tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, memiliki makna mendalam terkait tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dalam menjaga masa depan anak-anak Indonesia.

“Ini adalah ajakan untuk menjaga persatuan, memperkuat generasi muda, dan membangun kedaulatan bangsa di tengah kondisi zaman seperti sekarang. Mari kita renungkan sejarah kebangkitan nasional ini untuk menghadirkan masa depan yang lebih cerah,” ujar Syaiful, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain arus perkembangan teknologi dan derasnya distribusi informasi digital, muncul pula ancaman penyebaran ideologi ekstrem yang dinilai dapat memengaruhi pola pikir anak-anak dan remaja.

“Sekarang banyak gejolak yang muncul, mulai paham radikal, Neo-Nazi, hingga dampak perkembangan teknologi yang tidak terkontrol. Ini yang harus kita perangi bersama demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

Syaiful menegaskan, upaya menjaga kedaulatan nasional melalui pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menilai diperlukan kolaborasi nyata antara negara, keluarga, lembaga pendidikan, hingga masyarakat sipil.

“Tanggung jawab ini bukan hanya milik negara. Ini menjadi PR besar bangsa Indonesia. Karena itu dibutuhkan peran nyata seluruh generasi untuk memperkuat kreativitas, memperkuat persatuan, dan menjaga nilai kebangsaan,” tegasnya.

Selama ini, Komnas PA Surabaya disebut aktif melakukan pendampingan dan perlindungan anak dalam berbagai persoalan, mulai penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga berbagai kasus sosial lainnya yang melibatkan anak.

Momentum Harkitnas 2026, lanjut Syaiful, harus menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa dimulai dari keberhasilan menjaga dan membina generasi penerus.

“Semangat nasionalisme harus terus tumbuh di setiap generasi. Mari menjadi agen perubahan untuk kemajuan bangsa. Indonesia harus terus bangkit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *