Agustus 13, 2026
IMG-20260519-WA0046

BLITAR – Sejumlah lembaga sekolah di Desa Mojorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar mengeluhkan belum cairnya insentif dari pengelola dapur SPPG Mojorejo 1. Padahal, kerja sama dalam pelaksanaan program disebut sudah berjalan selama beberapa periode.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap lembaga sekolah dijanjikan insentif sebesar Rp 200 ribu per periode sebagai bentuk dukungan atas keterlibatan mereka dalam distribusi dan pendampingan program. Namun hingga memasuki periode ketujuh, pembayaran tersebut belum juga diterima.

Kondisi itu memunculkan kekecewaan dari sejumlah pihak sekolah. Mereka menilai insentif tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama yang semestinya dipenuhi oleh pengelola program.

Salah satu perwakilan sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku selama ini pihaknya tetap menjalankan tugas sesuai arahan dan mendukung program secara penuh. Namun, hingga kini belum ada kepastian pencairan insentif.

“Selama ini kami tetap membantu pelaksanaan program dengan baik. Tapi sampai sekarang insentif yang dijanjikan belum cair juga. Kalau dihitung sudah tujuh periode,” ujarnya.

Menurut dia, nominal insentif memang tidak terlalu besar. Meski demikian, kepastian pembayaran dinilai penting untuk menjaga profesionalitas dan keberlangsungan kerja sama antar pihak.

Ia menyebut, beberapa lembaga sekolah bahkan sudah berulang kali menanyakan persoalan tersebut kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai waktu pencairannya.

Keluhan serupa juga disampaikan penanggung jawab lembaga lainnya di wilayah Mojorejo. Mereka berharap pengelola dapur SPPG Mojorejo 1 segera memberikan penjelasan terbuka terkait keterlambatan pembayaran tersebut agar tidak menimbulkan polemik di lapangan.

“Yang kami harapkan sebenarnya bukan hanya nominalnya, tetapi kejelasan dan tanggung jawabnya. Karena ini bagian dari kesepakatan awal,” ungkap salah satu penanggung jawab sekolah lainnya.

Sampai berita ini ditulis, pihak pengelola dapur SPPG Mojorejo 1 belum memberikan keterangan resmi terkait alasan keterlambatan pencairan insentif kepada sejumlah lembaga sekolah tersebut.

Pihak sekolah berharap persoalan itu segera diselesaikan secara transparan agar hubungan kerja sama yang selama ini terjalin tetap berjalan baik. Mereka juga meminta adanya kepastian pembayaran terhadap hak yang dinilai seharusnya sudah diterima sejak beberapa periode lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *