Surabaya, Netrakrisna.com // Demi kemajuan kota, Pemerintah kota surabaya terus berbenah dalam hal infrastruktur, salah satunya bentuk proyek pembangunan saluran Dranaise Box U-ditch 60/80 dengan cover gandar 10 ton yang berada di jalan kupang gunung V raya, proyek tersebut di nahkodai kontraktor pelaksana dari CV Hadana Jaya sesuai dengan papan reklame yang mereka pasang. Kamis (7/8/2025).
Namun sayang proyek dengan nomor kontrak 000.3.2/071/06.2.01.0012.EPC/436.7.3 CV Hadana jaya tersebut dalam pengerjaannya banyak kejanggalan dan tidak memperhatikan keselamatan bukan hanya keselamatan pekerjaan, pengawasan yang sangat kurang di perhatikan. Hal ini mengakibatkan adanya beberapa pengendara motor yang terjatuh akibat dampak pembangunan saluran dranaise, air bercampur lumpur hingga berserakan di aspal menjatuhkan pengendara motor di pagi hari.

Rencana kerja dan syarat (RKS) pada regulasi (PUPR) kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang mengatur ketentuan pelaksanan pekerjaan baik di tingkat kota atau kabupaten diterjang begitu saja, tanpa melihat faktor keamanan keselamatan.
Bagaimana proyek tersebut jika jatuh di tangan pada orang yang tidak profesional, sektor keselamatan diabaikan apalagi dalam menjalankan pekerjaan. Hal tersebut bisa mencerminkan adanya indikasi bentuk kecurangan baik dalam bentuk proses pemenangan tender ataupun pengurangan material yang harusnya di perlukan namun di tiadakan.

Dari pantauan awak media ditemukan dalam pemasangan box U- ditch tidak menggunakan lantai dasar sebagai penyeimbang Box, pentingnya pemakaian material jenis pasir sirtu untuk lantai dasar agar pemasangan Box u-Ditch presisi dan lurus. Kontruksi tanah yang lembab bisa menjadikan pemakaian yang tidak bertahan lama.
Ditengah pemerintah mengalokasikan anggaran yang begitu besar hanya terbuang sia sia dengan pekerjaan saluran yang hanya asal asalan pasang. Miris ini menjadi sorotan media, konspirasi jahat yang terorganisir demi meraup keuntungan yang mengabaikan kualitas dan kuantitas jangka panjang. Keterbukaan informasi yang harus di ketahui masyarakat banyak yang di tutup tutupi terutama pada papan reklame tidak menyebut besaran anggaran.
Menghindari sudut kemiringan pada box U-ditch, lalu untuk sisi pengunci kanan kiri hanya diberikan bekas lumpur endapan bekas galian serta bebatuan, selanjutnya tekstur tanah yang lembab dan banyak lumpur serta debit air yang hampir menenggelamkan box U-ditch tetap dilakukan pemasangan tanpa di sedot terlebih dulu.
Hal ini bisa menjadi citra buruk bagi pemerintah kota surabaya jika pengerjaan proyek dibiarkan tanpa ada pengawasan dari dinas terkait. Sementara kualitas material satuan u-ditch di gunakan terliat tidak kokoh pada tekstur pracetak, sehingga tidak memenuhi aspek pabrikasi yang ia dapatkan dari produksi yang tidak mengantongi sertifikat uji standarisasi yang layak.
Sampai berita ini dirilis redaksi masih melakukan konfirmasi kepada Cv Hadana Jaya dan pihak-pihak terkait…bersambung. (Red/Tim)
